Kesempurnaan Cinta

Posted March 24, 2017 by Accang
Categories: Motifasi

Sepasang suami istri sedang makan malam,  sang istri membuka pembicaraan.

Istri : “Suamiku …, bolehkah aku usul ???”
Suami : “Boleh istriku ….., silahkan !!! ”.
Istri : “Saya ingin kita menulis kekurangan pasangan kita masing2 di kertas kosong… agar kita bisa saling intropeksi diri. tapi janji, tidak ada yang boleh tersingung. Bagaimana …” ???
Suami : “Baik istriku…”
Sambil tersenyum …. Sang istri kemudian pergi mengambil 2 lembar kertas kosong dan 2 pulpen.
Tiga Puluh menit kemudian…

Istri : “ saya sudah selesai menulisnya… apakah engkau juga sudah??? ”
Suami : “Iya , saya juga sudah selesai !!!”.
Istri : “Baiklah, sekarang tukar kertas kita. Jangan dibuka dulu. Nanti kita baca secara terpisah.
Suami : “Iya ….!!! ” Sambil tersenyum .
Istri : “Suamiku, Silahkan buka kertasnya dan baca di kamar. saya akan mbaca di dapur”
Suami langsung membuka kertas & membacanya.

Setiap membaca tulisan mengenai kekurangannya, air matanya tidak bisa dibendung, mengalir di setiap sudut matanya. Karena ternyata begitu banyak kekurangan pada dirinya.
Sementara itu, di dapur sang istri juga membuka kertas. Tak lama kemudian sang istri menghampiri suami ke kamar dengan raut muka masam,
Istri : “Bagaimana suamiku, engkau telah membacanya ???”
Suami : “Sudah istriku, maafkan aku yang tidak bisa sempurna mendampingimu … maafkan aku,” air matanya semakin deras mengalir
Istri : “Iya suamiku, tapi mengapa engkau tidak menulis apapun dikertas itu ??? Padahal aku telah menulis segala kekuranganmu…”
Suami : “Istriku tercinta, tahukah engkau … aku mencintaimu apa adanya… Shg aku melihat kekuranganmu adalah kelebihanmu dan aku tahu DIA menciptakan setiap manusia dengan berbagai kekurangannya, untuk itu aku sebagai suamimu akan menjadi pelengkap untuk menutupi kekurangan istriku… aku mencintaimu karena DIA memilihmu sebagai pendampingku”.
Sambil menangis dan berbisik lirih di telinga sang istri, Sang istri pun tak sanggup menahan tangis mendengar ucapan dari sang suami yang begitu sangat mencintainya.
Banyaknya pertengkaran suami istri sebab utamanya adalah *EGOIS* saling menuntut cinta, saling meminta diperhatikan, saling minta disayang, gengsi meminta *maaf duluan jika melakukan kesalahan*, tidak mau berlomba memberi yang terbaik duluan, yang berakibat hilangnya rasa syukur dan rasa menerima apa adanya.
Mari kita cintai pasangan kita *_apa adanya_* Dan BUKAN *_ada apanya_*
*Tidak ada manusia yang sempurna, Tiada juga Istri atau Suami yang serba sempurna tapi bila kau mendambakan kehidupan yang sempurna maka  Cintailah Suamimu/Istrimu dengan cara yang Sempurna*…
“JIKA ANDA MENCARI YANG SEMPURNA, MAKA ANDA AKAN KEHILANGAN YANG TERBAIK” !
Semoga bermanfaat.
Selamat mencintai pasangan masing masing 😊😊😊

Sumber fb accang

Suami isteri diusia senja

Posted March 22, 2017 by Accang
Categories: General

Satu Pembelajarn Buat  Kita Semua
*SUAMI ISTRI  USIASIA SENJA*

 

❤Di sebuah rumah sederhana yang asri, tinggal sepasang suami istri yang sudah memasuki usia senja.

Pasangan ini dikaruniai dua orang anak yang telah dewasa dan memiliki kehidupan sendiri yang mapan.
💢Sang suami merupakan seorang pensiunan, sedangkan istrinya seorang ibu rumah tangga.

Suami istri ini lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah, mereka menolak ketika putra-putri mereka, menawarkan untuk ikut pindah bersama mereka.
💢Jadilah mereka, sepasang suami istri yang hampir renta itu, menghabiskan waktu mereka yang tersisa, di rumah yang telah menjadi saksi berjuta peristiwa, dalam keluarga itu.
💢Suatu senja ba’da Isya di sebuah masjid tak jauh dari rumah mereka, sang istri tidak menemukan sandal yang dikenakannya ke masjid tadi.

Saat sibuk mencari, suaminya datang menghampiri seraya bertanya mesra : “Kenapa Bu?”

Istrinya menoleh sambil menjawab: “Sandal Ibu tidak ketemu, Pak”.

“Ya sudah pakai ini saja”, kata suaminya, sambil menyodorkan sandal yang dipakainya.

Walau agak ragu, sang istri tetap memakai sandal itu, dengan berat hati.
💢Menuruti perkataan suaminya adalah kebiasaannya.

Jarang sekali ia membantah, apa yang dikatakan oleh sang suami.

Mengerti kegundahan istrinya, sang suami mengeratkan genggaman pada tangan istrinya.
💢“Bagaimanapun usahaku untuk ber terima kasih pada kaki istriku, yang telah menopang hidupku selama puluhan tahun itu, takkan pernah setimpal terhadap apa yang telah dilakukannya”.
💢Kaki yang selalu berlari kecil membukakan pintu untuk-ku, saat aku pulang kerja,
💢Kaki yang telah mengantar anak-anak-ku ke sekolah tanpa kenal lelah, serta kaki yang menyusuri berbagai tempat mencari berbagai kebutuhanku dan anak-anakku”.
💢Sang istri memandang suaminya sambil tersenyum dengan tulus, dan merekapun mengarahkan langkah menuju rumah, tempat bahagia bersama….
💢Karena usia yang telah lanjut dan penyakit diabetes yang dideritanya, sang istri mulai mangalami gangguan penglihatan.

Saat ia kesulitan merapikan kukunya, sang suami dengan lembut, mengambil gunting kuku dari tangan istrinya.

Jari-jari yang mulai keriput itu, dalam genggamannya mulai dirapikan, dan setelah selesai sang suami mencium jari-jari itu dengan lembut, dan bergumam :

“Terima kasih ya Bu ”.

“Tidak, Ibu yang seharusnya berterima kasih sama Bapak, telah membantu memotong kuku Ibu”, tukas sang istri tersipu malu. ☺😊
💢“Terimakasih untuk semua pekerjaan luar biasa, yang belum tentu sanggup aku lakukan.

Aku takjub, betapa luar biasanya Ibu. Aku tahu semua takkan terbalas sampai kapanpun”, kata suaminya tulus.
💢Dua titik bening menggantung di sudut mata sang istri ……

“Bapak kok bicara begitu?

Ibu senang atas semuanya Pak, apa yang telah kita lalui bersama, adalah sesuatu yang luar biasa.

Ibu selalu bersyukur, atas semua yang dilimpahkan pada keluarga kita, baik ataupun buruk.

Semuanya dapat kita hadapi bersama”.
💢Hari Jum’at yang cerah, setelah beberapa hari hujan.

Siang itu, sang suami bersiap hendak menunaikan ibadah Shalat Jum’at,

Setelah berpamitan pada sang istri, ia menoleh sekali lagi pada sang istri, menatap tepat pada matanya, sebelum akhirnya melangkah pergi.

Tak ada tanda yang tak biasa di mata dan perasaan sang istri, hingga saat beberapa orang mengetuk pintu, membawa kabar yang tak pernah diduganya…….Ternyata siang itu sang suami tercinta telah menyelesaikan perjalanannya di dunia. ⚰

Ia telah pulang menghadap Sang Penciptanya, ketika sedang menjalankan ibadah Shalat Jum’at, tepatnya saat duduk membaca Tasyahud Akhir.
Masih dalam posisi duduk sempurna, dengan telunjuk ke arah Kiblat, ia menghadap Yang Maha Kuasa.

“Innaa Lillaahi Wainnaa ilaihi Rooji’uun”
💢“Subhanallah…. sungguh akhir perjalanan hidup yang indah”, demikian gumam para jama’ah, setelah menyadari ternyata dia telah tiada, di akhir shalat Jum’at….
Sang istri terbayang, tatapan terakhir suaminya, saat mau berangkat ke masjid.

Terselip tanya dalam hatinya, mungkinkah itu sebagai tanda perpisahan, pengganti ucapan “Selamat Tinggal …”.

Ataukah suaminya khawatir, meninggalkannya sendiri, di dunia ini. Ada gundah menggelayut di hati sang istri, Walau masih ada anak-anak yang akan mengurusnya,
💢Tapi kehilangan suami yang telah didampinginya selama puluhan tahun, cukup membuatnya terguncang. Namun ia tidak mengurangi sedikitpun, keikhlasan dihatinya, yang bisa menghambat perjalanan sang suami, menghadap Sang Khalik.
Dalam do’a, dia selalu memohon kekuatan, agar dapat bertahan dan juga memohon agar suaminya ditempatkan, pada tempat yang layak.
💢Tak lama setelah kepergian suaminya, sang istri bermimpi bertemu dengan suaminya.

Dengan wajah yang cerah, sang suami menghampiri istrinya dan menyisir rambut sang istri, dengan lembut.

“Apa yang Bapak lakukan?”, tanya istrinya senang bercampur bingung.

“Ibu harus kelihatan cantik, kita akan melakukan perjalanan panjang…

» Bapak tidak bisa tanpa Ibu, bahkan setelah kehidupan di dunia ini berakhir sekalipun.

» Bapak selalu butuh Ibu.

» Saat disuruh memilih pendamping, Bapak bingung, kemudian bilang “Pendampingnya tertinggal”, Bapakpun mohon izin untuk menjemput Ibu”.
💢Istrinya menangis, sebelum akhirnya berkata :

“Ibu ikhlas Bapak pergi, tapi Ibu juga tidak bisa bohong, kalau Ibu takut sekali tinggal sendirian….

Kalau ada kesempatan mendampingi Bapak sekali lagi, dan untuk selamanya, tentu saja tidak akan Ibu sia-siakan.”

Sang istri mengakhiri tangisannya, dan menggantinya dengan senyuman.
❤Senyuman indah dalam tidur panjang selamanya….
هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ
*”Istri mu itu adalah ‘Bajumu’ dan Suamimu itu adalah ‘Bajumu’ pula”*

QS Al-Baqarah : 187
Semoga bisa mempererat cinta kasih yg sejati pasutri (pasangan suami istri), … karena Allah… aamiin.😭😭😭
Ya Rab… jadikan keluarga kami Sakinah Mawaddah wa Rahmah, wafatkan kami dalam keadaan HUSNUL KHOTIMAH…. Aamiin.

Kisah Abu bin Hasyim

Posted March 22, 2017 by Accang
Categories: General

Alkisah ada ahli ibadah bernama Abu bin Hasyim yg kuat sekali tahajudnya. Hampir ber-tahun2 dia tdk pernah absen melakukan sholat tahajud. Pd suatu ketika saat hendak mengambil wudhu utk tahajud, Abu dikagetkan oleh keberadaan sesosok makhluk yg duduk di bibir sumurnya. Abu bertanya, “Wahai hamba Allah, siapakah Engkau ?”. Sambil tersenyum, sosok itu berkata; “Aku Malaikat utusan Allah” Abu Bin Hazim kaget sekaligus bangga krn kedatangan tamu malaikat mulia. Dia lalu bertanya, “Apa yg sedang kamu lakukan di sini ?” Malaikat itu menjawab, “Aku disuruh mencari hamba pencinta Allah” Melihat Malaikat itu memegang kitab tebal, Abu lalu bertanya; “Wahai Malaikat, buku apakah yg kau bawa ?” Malaikat menjawab; “Ini adalah kumpulan nama hamba2 pencinta Allah.” Mendengar jawaban Malaikat, Abu bin Hasyim berharap dlm hati namanya ada disitu. Maka ditanyalah Malaikat itu. “Wahai Malaikat, adakah namaku disitu ?” Abu berasumsi bahwa namanya ada di buku itu, mengingat amalan ibadahnya yg tdk kenal putusnya. Selalu mengerjakan sholat tahajud setiap malam, berdo’a dan bermunajat pd Allâh SWT di sepertiga malam. “Baiklah, aku buka,” kata Malaikat sambil membuka kitab besarnya. Dan ternyata Malaikat itu tdk menemukn nama Abu di dalamnya. Tdk percaya, Abu bin Hazim meminta Malaikat mencarinya sekali lagi. “Betul … namamu tdk ada di dalam buku ini !” kata Malaikat. Abu bin Hazim pun gemetar dan jatuh tersungkur di depan Malaikat. Dia menangis se-jadi2nya. “Rugi sekali diriku yg selalu tegak berdiri di setiap malam dlm tahajud dan bermunajat … tetapi namaku tdk masuk dlm golongan para hamba pecinta Allah,” ratapnya. Melihat itu, Malaikat berkata, “Wahai Abu bin Hasyim ! Bukan aku tdk tahu engkau bangun setiap malam ketika yg lain tidur … mengambil air wudhu dan kedinginan pd saat orang lain terlelap dlm buaian malam. Tapi tanganku dilarang Allâh menulis namamu.” “Apakah gerangan yg menjadi penyebabnya ?” tanya Abu bin Hasyim. “Engkau memang bermunajat kpd Allâh, tapi engkau pamerkan dgn rasa bangga ke- mana2 dan asyik beribadah memikirkan diri sendiri. Di kanan kirimu ada org sakit atau lapar, tdk engkau tengok dan beri makan. Bgmn mungkin engkau dapat menjadi hamba pecinta Allah kalau engkau sendiri tdk pernah mencintai hamba2 yg diciptakan Allâh ?” kata Malaikat itu. Abu bin Hasyim spt disambar petir di siang bolong. Dia tersadar hubungan ibadah manusia tdklah hanya kpd Allâh semata (hablumminAllâh), tetapi juga ke sesama manusia (hablumminannâs) dan alam 🕋🕋🕋   
 _*JANGAN BANGGA DENGAN BANYAK SHALAT,PUASA DAN ZIKIR KARENA ITU SEMUA BELUM MEMBUAT ALLAH  SENANG !!!*_
_*“`MAU TAHU APA YANG MEMBUAT ALLAH  SENANG ???*_
*_Nabi Musa : Wahai Allah, aku sudah melaksanakan ibadah. Lalu manakah ibadahku yang membuat Engkau senang ?_*
*_Allah :_*

*_SHOLAT ? Sholat mu itu untukmu sendiri, karena dengan mengerjakan sholat, engkau terpelihara dari perbuatan keji dan munkar._*
*_DZIKIR ? Dzikirmu itu hanya untukmu sendiri, membuat hatimu menjadi tenang._*
*_PUASA ? Puasamu itu untukmu sendiri, melatih dirimu untuk memerangi hawa nafsumu sendiri._*
*_Nabi Musa : Lalu apa  yang membuat hatiMu senang Ya Allah ?_*
*_Allah : SEDEKAH, INFAQ, ZAKAT serta PERBUATAN BAIKmu._* 

_Itulah yang membuat AKU senang, karena tatkala engkau membahagiakan orang yang sedang susah, AKU hadir disampingnya. —Dan AKU akan mengganti dengan ganjaran 700 kali (Al-Baqarah 261-262)—_
*_Nah, bila kamu sibuk dengan ibadah ritual dan bangga akan itu… maka itu tandanya kamu hanya mencintai dirimu sendiri, bukan Allah._*

*_Tapi, bila kau berbuat baik dan berkorban untuk orang lain… maka itu tandanya kau mencintai Allah dan tentu Allah senang karenanya._*

*_Buatlah Allah senang maka Allah akan limpahkan rahmat-Nya dengan membuat hidupmu lapang  dan bahagia_*
*(Kitab Mukasyafatul Qulub  Karya Imam Al Ghazali)*

Saudaraku seiman sebarkanlah ilmu ini agar makin Barokah.

Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.

Barokallah.Drs.H.Tamar Tarewe.

Sumber : fb Wahyuni R B

Ketika Maut Menjemput

Posted March 21, 2017 by Accang
Categories: General

Ketika Maut menjemput ….

Yakinlah bahwa:
~Dunia tidak sedih karena kematian kita

~Alam semesta tidak berduka atas kepergian kita

~Segala sesuatu akan berjalan seperti biasa dan tidak berubah dengan perpisahan kita

~Perekonomian akan terus berputar!

~Pekerjaan kita akan digantikan orang lain!

~Harta kita akan pindah tangan secara halal kepada ahli waris!

Sementara *kita yang akan dihisab* atas segala sesuatu hingga perkara yang sederhana dan kecil!!

Yang pertama lepas dari kita adalah nama kita,

Saat kita meninggal dunia: Orang2 bertanya : _*Dimana mayatnya ?*_ Mereka tidak memanggil kita dengan nama kita,  Namamu tinggal kenangan belaka.
Ketika mereka akan menshalati, mereka bilang : _*Bawa sini jenazahnya!!!*_ Mereka tidak menyebutkan nama kita, *Betapa cepat namamu hilang berlalu….*
Ketika mereka akan menguburkan kita mereka berkata: *Dekatkan mayitnya!!* tanpa menyebutkan nama kita..

*Alangkah sepelenya dunia ini… dan betapa besar apa yang akan kita hadapi…*

Kesedihan orang atas kepergian kita ada tiga macam:

1. Orang yang mengenal kita sepintas akan mengatakan: _*Kasihan… !!*_

2. Teman dan sahabat akan bersedih beberapa saat atau beberapa hari, kemudian mereka  kembali pada rutinitas dan  canda tawa mereka..

3. Kesedihan mendalam di rumah… Keluarga kita akan bersedih sepekan… satu-dua bulan atau hingga satu tahun… Kemudian mereka akan meletakkan kita dalam album kenangan…
Demikianlah…

Kisah kita di antara manusia telah berakhir.
Kita hanya tinggal * KENANGAN*

Kisah kita sebenarnya baru dimulai… bersama sesuatu yang nyata, yaitu: *Alam akherat*
#pengingatdirisendiri

Sumber : fb hadjrah chan

“Tanda Besar Kiamat Ke-10 – Api dari Yaman (Seri 10 Tanda-tanda Besar Kiamat)” di YouTube

Posted March 20, 2017 by Accang
Categories: General

Errorrrr

Posted March 14, 2017 by Accang
Categories: General

Surga dan Tuhan

Posted March 14, 2017 by Accang
Categories: General

Ade Armando menyatakan, tidak logis kalau surga diperuntukkan bagi satu umat beragama saja.
“Tuhan menciptakan umat manusia lahir dengan agama berbeda-beda. Jadi, tidak logislah, kalau surga itu diperuntukkan bagi satu umat beragama saja!” kata Ade melalui akun Facebook pribadinya, Rabu (6/4/2016) malam.
Dosen Universitas Indonesia (UI) yang dikenal sebagai aktifis liberal itu juga mengunggah foto yang menunjukkan seorang wanita bule bertato memungut bocah Afrika dan mengasuhnya hingga sehat.

“Bule bertato pungut anak Afrika kelaparan, menyayanginya sampai dia tumbuh sehat. Apakah dia tetap masuk neraka karena tidak seiman dengan Anda? Tidak perlu Ente jawab, Ente bukan Tuhan,” demikian tulisan di foto tersebut.“Saudara, jika kita mengikuti ujian, misalnya aku ujian ke perguruan tinggi, ada enam ujian yang harus kuikuti: sains, matematika, bahasa Inggris, bahasa India, sejarah dan geografi, aku harus lulus semuanya. Jika aku mendapat nilai 100 dalam lima mata pelajaran tapi dalam satu pelajaran, sains, aku mendapat nilai 20, apakah aku akan lulus? Aku akan gagal,” kata Dr Zakir Naik.

“Jadi sama seperti itu, persyaratan untuk pergi ke surga yang pertama kau harus memiliki iman, kemudian amal saleh, mengajak orang lain kepada kebenaran dan menasehati orang lain agar bersabar.

Kau mungkin orang yang baik, kau mungkin bersedekah dan sebagainya, tapi jika kau tidak punya iman, jika kau tidak beriman kepada Tuhan yang Maha Esa, jika kau tidak menyembah Sang Pencipta yang sejati, kau gagal dalam ujiannya.

Jadi agar engkau lulus, kau harus lulus dalam keempat persyaratan ini:

iman kepada Tuhan yang Maha Esa, jangan menyembah berhala, tidak beriman kepada tuhan yang salah.

Yang kedua, melakukan amal kebaikan.

Yang ketiga, mengajak orang lain dalam jalan kebenaran (dakwah).

Yang keempat, menasehati orang lain agar bersabar.

Jika kau tidak beriman kepada Tuhan yang Maha Esa dan kau menyekutukanNya, maka kau tidak lulus dalam ujian akhirat. Kau gagal.”

Tuhan

Biasanya, forum-forum Dr Zakir Naik selalu serius. Namun kali ini, ribuan orang tertawa beberapa kali ketika Dr Zakir Naik menjawab pertanyaan seorang dokter dari Rumah Sakit Sanjay yang menanyakan siapa pencipta Tuhan.

“Aku adalah Dr Sure Khan Puar dari Rumah Sakit Sanjay. Terima kasih atas ceramahmu tentang Quran adalah firman Tuhan. Lalu siapakah yang menciptakan Tuhan dan dari mana Tuhan berasal?” tanya dokter tersebut.

“Saudara ini bertanya dengan sangat bagus. Jika Quran adalah firman Tuhan, siapakah yang menciptakan Tuhan? Pertanyaan sangat bagus. Jika aku bertanya padamu, bahwa temanmu John melahirkan seorang anak. Dapatkah kau menebak anak itu laki-laki atau perempuan?” jawab Zakir Naik seraya balik bertanya.

“Tidak”

“Laki-laki atau perempuan?”

“Aku tidak bisa menebak”

“Cobalah. Setidaknya 50 persen tebakanmu benar”

“Ya, 50 persen. 1 berbanding 2”

“Oke, katakan padaku”<“Laki-laki” Hadirin tertawa mendengar jawaban tersebut.

“Laki-laki. Saudara, bisakah seorang pria melahirkan bayi?”

“Tidak”

“Laki-laki atau perempuan?”

“Tapi bisa saja temanku John itu wanita” Sebagian hadirin kembali tertawa.

“Aku bertanya padamu, temanmu, John. Aku tidak tahu ada wanita bernama John”

“Bisa saja ada lah”

“Oke, misalnya temanmu yang pria, dia pergi ke rumah sakit. Dia melahirkan seorang anak. Apakah laki-laki atau perempuan?”

“Perempuan” kali ini ribuan hadirin tertawa lebih keras.

“Dapatkah seorang pria melahirkan anak?”

“Tidak-tidak” jawab pria tersebut sembar tertawa, sementara sebagian hadirin masih terus tertawa.

“Nah, sekarang kau paham. Seorang pria tidak melahirkan bayi. Jadi tidak ada pertanyaan bayinya laki-laki atau perempuan. Demikian pula Tuhan, tidak ada yang menciptakan-Nya sehingga tidak ada pertanyaan siapakah yang menciptakan Tuhan. Walam yakun lahu kufuwan ahad.”