Hidup ini tergantung kita memandangnya

Posted July 20, 2017 by Accang
Categories: General

Hidup ini indah tergantung bagaimana kita memandangnya…
Suatu sore.. sang kakek bercerita kpd putranya. Dimana si putra telah memberikan sepasang cucu yang telah dewasa lagi gagah dan cantik dan sukses.. dlm segala hal.
Sang kakek, 64 tahun.. sementara menggali lubang untuk menanam bibit pohon durian di belakang halaman rumahnya. Kedatangan beberapa orang tamu pewancara dan kameramen.
Tamu:” sedang menanam pohon duren ya Pak..umur panjang 10 thn kemudian bisa bapak petik buahnya.”

Kakek:”Aamiin,  Alhamdulillah tapi.. buahnya bapak harapkan untuk anak cucu bapak.. Alangkah bahagianya anak cucu bapak kelak, mereka berkumpul dibawah pohon ini sambil menikmati duren yang kakeknya tanam.”

Tamu:”sejauh itu bapak fikirkan!!”

Kakek:”Apalagi yg bapak harapkan selain kebahagian mereka, dan mudah2an Allah meRidoi yang bapak upayakan”.
Tamu:”40 thn perkawinan bapak telah berlalu namun tdk pernah terdengar riak atau gelombang dalam rumah tangga bapak”.

Kakek sambil tersenyum..” kamu tdk akan pernah mendengar riak atau gelombang dalam kehidupan keluarga kami , lagi pula untuk apa kami mengatakannya kpd orang2 tentang itu. 

Yg perlu kamu ketahui bahwa tdk ada kehidupan dlm keluarga yg sempurna.”
Tamu …:” apa rahasia kehidupan perkawinan bapak sampai saat ini?”

Kakek terdiam sejenak…lalu berkata” lihatlah dunia ini namun tidak dengan mata.. tetapi lihatlah dgn akal fikiran ” sambil menunjuk pelipisnya, “dan hati nurani” lalu menunjuk dada bgn bawah sblh kiri.

Tamu makin bingung :”maksudnya pak?”

Kakek perlahan2 menjelaskan :” jangan pernah mendahulukan emosi drpd akal dan hati nurani,  dalam mengarungi hidup ini , Sebagai contoh.

1. Jangan pernah menanyakan / mengungkit masa lalu istrimu. Baik dlm keadaan senang maupun susah.

2. Sekali waktu istrimu pulang dengan gaum / pakaian yg koyak atau ada noda makanan…jangan pernah menanyakan apa sebabnya. Tetapi mintalah dengan senyum kmd kamu jahit atau bila kamu mampu ajaklah istrimu ke mall untuk membelikan yang lebih bagus. Kalau terkena noda mintalah untuk kamu cuci atau bawa ke tk loundry.

3.sepandai pandainya tupai meloncat suatu wkt ia terjatuh.. demikian pula istrimu..sepandai2nya dia mesak sekali waktu masakanya terasa asin.., bila terjadi spti hal ini , ajaklah istri anda makan bersama “wahai istriku.. saya teringat sewaktu awal perkawinan kita. Kita makan bersama saling menyuapi.. sekarang saya ingin mengenang masa yg indah itu..” setelah kamu menyuapi istrimu dgn makan yg asin itu niscaya ia akan menyadari dan meminta maaf.”
Tamu:”maaf pak , bukankah itu seakan-akan takut kepada Istri?. dan dimana harga diri seorang suami bila mencucikan atau menjahit pakaian istrinya ?. Apakah suami tdk boleh mengetaui sebab kejadian tsbt.. apakah suami tdk boleh marah kpd isteri yg berbuat kesalahan atau kehilafan?.”.

Kakek terdiam cukup lama lalu ia berkata :” didunia ini tdk ada yg perlu ditakuti selain murkah Allah, 

bukankah setelah ijab kabul ,kamu  berjanji menafkahi dan menjadi imam bagi istrimu? Bukankah waktu itu.. engkau menerima dia sebagai istrimu apa adanya?.

Dan perlu kamu ketahui bahwa apabila engkau menanyakan masa lalu pribadi  orang lain termasuk istrimu sama dengan engkau menyerempet utk  melanggar firman Allah dalam surah. Al Hujurat 12……. . serta 

Dan contoh kedua dan ketiga itu adalah tauladan cara Rasulullah SAW melayani istrinya.” 

Kembali sang kakek terdiam sambil menarik nafas panjang. Lalu melanjutkan kata2nya: 

“Bukankah menjauhi laranganNya dan mengikuti sunnah Rasul itu jauh lebih indah dari lainnya dalam mengarungi samudra kehidupan ini..?, 

Silahkan pilih… ” kembali kakek itu terdiam sejenak lalu berkata.

“Satu hal lagi yg perlu kamu ketahui ialah..jangan sekali kali engkau memukul istrimu karena dia itu adalah teman tidurmu dan ibu dari anak2mu.”

………..

Ku dedikasikam tulisan ini untuk sahabat2ku 

………….

Apa kata filsuf

Posted June 5, 2017 by Accang
Categories: Falsafah

ARISTOTELES | FILSUF YUNANI

  1. “Tujuan hidup manusia adalah kebahagiaan dan eudaimonia”
  2. “Saat dunia membutuhkan, dan bakat Anda mampu memenuhinya, di sanalah lapangan kerja tercipta”.
  3. “Anda takkan pernah melakukan segalanya di dunia ini tanpa adanya keberanian. Itu adalah kualitas terbesar dari pemikiran setelah kehormatan”
  4.  “Kualitas bukanlah tindakan, tapi kebiasaan”
  5.  “Janganlah berputus asa. Tetapi jika anda sampai berputus asa, berjuanglah terus meskipun dalam keadaan putus asa”
  6. “Setiap orang bisa menjadi marah, itu adalah hal yang mudah, tetapi menjadi marah kepada orang yang tepat, dengan kadar yang tepat, di saat yang tepat, dengan tujuan yang tepat serta dengan cara yang tepat, bukanlah kemampuan setiap orang dan bukanlah hal yang mudah”
  7. Anda takkan pernah melakukan segalanya di dunia ini tanpa adanya keberanian. Itu adalah kualitas terbesar dari pemikiran setelah kehormatan


CONFUCIUS | FILSUF CHINA

  1. “Seseorang yang melakukan kesalahan dan tidak membetulkannya telah melakukan satu kesalahan lagi. Confucius”


KARL HEINRICH MARX | FILSUF RUSIA

  1. “Para filsuf sampai sekarang hanya menafsirkan dunia.Kini tibalah saatnya untuk mengubah dunia”


LAO TZU | FILSUF CHINA

  1. Lebih baik bertanya sepuluh kali dari pada tersesat.
  2. Memahami orang lain adalah kearifan, memahami diri Anda sendiri adalah pencerahan
  3. Ketenangan adalah sumber kekuatan yang luar biasa.
  4. Dicintai dengan tulus oleh seseorang memberimu kekuatan, mencintai seseorang dengan tulus memberimu keberanian.


PHYTAGORAS | FILSUF YUNANI

  1. “Pukulan dari sahabatmu lebih baik dari pada ciuman dari musuhmu”.


PLATO | FILSUF YUNANI

  1. Orang yang ingin bergembira harus menyukai kelelahan akibat bekerja.
  2. Orang baik tidak memerlukan hukum untuk memerintah mereka agar bertindak penuh tanggung jawab, sementara orang jahat akan selalu menemukan celah di sekitar hukum.


SOCRATES |  FILSUF YUNANI

  1. Cobalah dulu,baru cerita. Pahamilah dulu,baru menjawab. Pikirlah dulu,baru berkata.Dengarlah dulu,baru beri penilaian .Berusahalah dulu,baru berhara.


THALES | FILSUF YUNANI

  1. Apabila kamu menasihati orang yang bersalah maka berlemah lembutlah agar dia tidak merasa di telanjangi


 IMAM GHOZALI | FILSUF MUSLIM

  1. Belum pernah saya berurusan dengan sesuatu yang lebih sulit daripada jiwa saya sendiri, yang kadang-kadang membantu saya dan kadang-kadang menentang saya.
  2. Yang paling besar di bumi ini bukan gunung dan lautan, melainkan hawa nafsu yang jika gagal dikendalikan maka kita akan menjadi penghuni neraka.
  3. Menuntut ilmu adalah taqwa. Menyampaikan ilmu adalah ibadah. Mengulang-ulang ilmu adalah zikir. Mencari ilmu adalah jihad.
  4. Kalau besar yang dituntut dan mulia yang dicari,maka payah melaluinya, panjang jalannya dan banyak rintangannya.
  5. Kebahagiaan terletak pada kemenangan memerangi hawa nafsu dan menahan kehendak yang berlebih-lebihan.

GOETHE | FILSUF JERMAN

  1. Bakat terbentuk dalam gelombang kesunyian, watak terbentuk dalam riak besar kehidupan.


GEORG WILHELM FRIEDRICH HEGEL | FILSUF JERMAN

  1. Pekerjaan yang serius adalah pekerjaan yang merujuk kepada sesuatu yang diinginkan.
  2. Semua yang riil bersifat rasional dan semua yang rasional bersifat riil



CHARLES DE MONTESQUIEU | FILSUF PERANCIS 

  1. Untuk benar-benar menjadi besar, seseorang harus berdampingan dengan orang lain, bukan di atas orang lain.


MAHATMA GANDHI | FILSUF INDIA

  1. Kepuasan itu terletak pada usaha, bukan pada pencapaian hasil. Berusaha keras adalah kemenangan besar.



FRIEDRICH NIETZSCHE | FILSUF JERMAN

  1. Saya tidak sedih kalau Anda telah membohongi saya, tapi saya justru sedih karena sejak saat itu saya tidak bisa percaya lagi kepada Anda



PAUL TILLICH | FILSUF AMERIKA SERIKAT 

  1. Mereka yang berani mengambil risiko kemudian gagal, itu bisa dimaafkan. Mereka yang tak pernah mengambil risiko dan tak pernah gagal, ini adalah kesalahan manusia sepanjang hidupnya.



PHAEDRUS | FILSUF ROMAWI

  1. Siapa pun yang terdeteksi melakukan kecurangan yang memalukan tidak akan pernah dipercaya meskipun mereka berbicara tentang kebenara.

BENJAMIN FRANKLIN | FILSUF AMERIKA SERIKAT

  1. Lebih cepat tidur dan bangun lebih awal membuat manusia sehat, kaya, dan bijaksana.

VOLTAIRE | FILSUF PERANCIS

  1. Semua manusia sama; yang membedakan bukan keturunannya, tapi kebaikannya
  2. Saya tidak setuju dengan kata-kata Anda, namun saya akan membela sampai mati hak Anda untuk mengatakan hal itu.


FRIEDRICH ENGELS | FILSUF JERMAN

  1. Satu ons aksi lebih berharga daripada satu ton teori


HERBERT SPENCER | FILSUF INGGRIS 

  1. Tujuan besar dari pendidikan bukan pengetahuan, tapi tindakan (aksi).



ARTHUR SCHOPENHAUER | FILSUF JERMAN 

  1. Semua kebenaran di dunia ini harus melewati tiga langkah. Pertama ditertawakan, kedua ditentang dengan kasar, dan ketiga diterima tanpa pembuktian dan alasan


JIDDU KRISHNAMURTI | FILSUF INDIA 

  1. Jika kita benar-benar bisa memahami persoalan, jawabannya akan datang sendiri, sebab jawaban tidak pernah terpisahkan dari persoalan.

LAO TSE | FILSUF CHINA

  1. Dia yang mengenal orang lain adalah bijaksana. Dia yang mengenal dirinya sendiri adalah terang. Dia yang dapat mengalahkan orang lain adalah bertenaga. Dia yang dapat mengalahkan dirinya sendiri adalah kuat. Dia yang merasa puas adalah orang yang kaya
  2. Perjalanan seribu Li dimulai dari satu langkah kecil



Untuk anda yang menyukai isi postingan ini silakan lakukan bookmark page ini agar bisa mudah menemukan postingan ini karena kami akan mengupdate tulisan ini.

 

Isra mi’raj

Posted April 7, 2017 by Accang
Categories: Al Quran Hadist

  • MADZHAB KU

 

Hadits Shahih tentang Isra mi’raj Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim; dan lafal hadits ini berdasarkan Imam Muslim.

حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ، حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ، حَدَّثَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أُتِيتُ بِالْبُرَاقِ، وَهُوَ دَابَّةٌ أَبْيَضُ طَوِيلٌ فَوْقَ الْحِمَارِ، وَدُونَ الْبَغْلِ، يَضَعُ حَافِرَهُ عِنْدَ مُنْتَهَى طَرْفِهِ» ، قَالَ: «فَرَكِبْتُهُ حَتَّى أَتَيْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ» ، قَالَ: «فَرَبَطْتُهُ بِالْحَلْقَةِ الَّتِي يَرْبِطُ بِهِ الْأَنْبِيَاءُ»

Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farruh, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah, telah menceritakan kepada kami Tsabit al-Bunani daripada Anas bin Malik : bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaIhi wasallam bersabda: Didatangkan kepadaku Buraq, seekor tunggangan putih, lebih tinggi dari keledai dan lebih rendah dari baghal, ia berupaya meletakkan telapak kakinya di ujung pandangannya. Setelah menungganginya, maka Buraq itu berjalan membawaku hingga sampai ke Baitul Maqdis. Aku ikat (tambat) tunggangan itu di tempat para Nabi biasa menambatkan tunggangan mereka.


قَالَ ” ثُمَّ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ، فَصَلَّيْتُ فِيهِ رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ خَرَجْتُ فَجَاءَنِي جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ بِإِنَاءٍ مِنْ خَمْرٍ، وَإِنَاءٍ مِنْ لَبَنٍ، فَاخْتَرْتُ اللَّبَنَ، فَقَالَ جِبْرِيلُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اخْتَرْتَ الْفِطْرَةَ، 

Lalu aku masuk dan menunaikan sholat dua raka’at di dalamnya. Setelah itu aku keluar dan disambut oleh Jibril dengan secawan arak dan susu. Ketika aku memilih susu, maka Jibril berkata: “Engkau telah memilih fitrah (yaitu Islam dan Istiqomah)”.


ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ [ص:146]، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنَ أَنْتَ؟ قَالَ: جِبْرِيلُ، قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ، قِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: َ قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ، فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أَنَا بِآدَمَ، فَرَحَّبَ بِي، وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ، 

Kemudian aku dibawa naik ke langit dunia.Manakala Jibril meminta dibukakan pintu langit, maka terdengarlah suara yang bertanya, “Engkau siapa?” “Jibril.” Jawabnya. “Engkau bersama siapa?” Tanya penjaga pintu langit. “Muhammad.” Jawab Jibril. Penjaga pintu langit bertanya, “Adakah dia diutus (untuk dinaikkan ke langit bertujuan menghadap Rabb-nya)? “Ya.” Jawab Jibril. Setelah masuk, ternyata di sana aku bertemu dengan Nabi Adam ‘alaihisalam dan beliau segera menyambutku lalu mendoakan kebaikan untukku.


ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ الثَّانِيَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، فَقِيلَ: مَنَ أَنْتَ؟ قَالَ: جِبْرِيلُ، قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ، قِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ، فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أَنَا بِابْنَيْ الْخَالَةِ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ، وَيَحْيَى بْنِ زَكَرِيَّاءَ، صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْهِمَا، فَرَحَّبَا وَدَعَوَا لِي بِخَيْرٍ، 

Kemudian kami dibawa lagi naik ke langit kedua. Manakala Jibril meminta dibukakan pintu langit, terdengar suara bertanya, “Engkau siapa?” “Jibril.” Jawabnya. “Engkau bersama siapa?” Tangan penjaga pintu langit.”Muhammad.” Jawab Jibril. Penjaga pintu langit bertanya lagi, “Adakah dia diutus (untuk dinaikkan ke langit bagi tujuan menghadap Rabb-nya)?” “Ya.” Jawab Jibril. Setelah pintu langit dibuka, aku bertemu dua orang yang bersaudara (sepupu), yaituYahya ‘alayhissalam dan Isa ‘alayhissalam. Setelah menyambut kedatanganku, mereka pun mendoakan kebaikan untukku.

ثُمَّ عَرَجَ بِي إِلَى السَّمَاءِ الثَّالِثَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنَ أَنْتَ؟ قَالَ: جِبْرِيلُ، قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ، فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أَنَا بِيُوسُفَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا هُوَ قَدِ اُعْطِيَ شَطْرَ الْحُسْنِ، فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ، 

Kemudian kami dibawa lagi naik ke langit ketiga. Manakala Jibril meminta dibukakan pintu langit, terdengar suara bertanya, “Engkau siapa?” “Jibril.” Jawabnya. “Engkau bersama siapa?” Tanya penjaga pintu langit. “Muhammad.” Jawab Jibril. Penjaga pintu langit bertanya, “Adakah dia diutus (untuk dinaikkan ke langit bagi tujuan menghadap Rabb-nya)?” “Ya.” Jawab Jibril. Setelah pintu langit dibuka, aku bertemu Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Sungguh, beliau telah dianugerahkan dengan separuh ketampanan. Setelah menyambut kedatanganku, beliau pun mendoakan kebaikan untukku.

ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ الرَّابِعَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، قِيلَ: مَنْ هَذَا؟ قَالَ: جِبْرِيلُ، قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ، قَالَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ، فَفُتِحَ لَنَا فَإِذَا أَنَا بِإِدْرِيسَ، فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ، قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: {وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا} [مريم: 57] ، 


Kamudian kami diangkat lagi ke langit keempat. Dan manakala Jibril meminta dibukakan pintu langit, terdengar suara bertanya, “Engkau siapa?” “Jibril.” Jawabnya. “Engkau bersama siapa?” Tanya penjaga pintu langit. “Muhammad.” Jawab Jibril. Penjaga pintu langit bertanya, “Adakah beliau diutus (untuk dinaikkan ke langit bagi tujuan menghadap Rabb-nya)?” “Ya”, kembali Jibril menjawab. Setelah pintu langit dibuka, ternyata aku bertemu Nabi Idris ‘alaihissalam. Setelah menyambutku, beliau pun mendoakan kebaikan untukku. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbunyi:

وَرَفَعْنَاهُ مَكَانًا عَلِيًّا

“Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” (QS. Maryam 19: 57)


ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ الْخَامِسَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، قِيلَ: مَنْ هَذَا؟ فَقَالَ: جِبْرِيلُ، قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ، قِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ، فَفُتِحَ لَنَا فَإِذَا أَنَا بِهَارُونَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَرَحَّبَ، وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ، 

Kemudian kami diangkat lagi ke langit kelima. Dan manakala Jibril meminta dibukakan pintu langit, terdengar suara bertanya, “Engkau siapa?”. “Jibril” jawabnya. “Engkau bersama siapa?” Tanya penjaga pintu langit. “Muhammad.” Jawab Jibril. Penjaga pintu langit bertanya, “Adakah dia diutus (untuk dinaikkan ke langit bagi tujuan menghadap Rabb-nya)?” “Ya.” Jawab Jibril. Setelah pintu langit dibuka, aku bertemu Nabi Harun ‘alayhis Salam. Setelah menyambutku, beliau pun mendoakan kebaikan untukku.


ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ السَّادِسَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ، قِيلَ: مَنْ هَذَا؟ قَالَ: جِبْرِيلُ، قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ، قِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ، فَفُتِحَ لَنَا، فَإِذَا أَنَا بِمُوسَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَرَحَّبَ وَدَعَا لِي بِخَيْرٍ، 

Kemudian kami diangkat ke langit keenam. Dan manakala Jibril meminta dibukakan pintu langit, terdengar suara bertanya, “Engkau siapa?” “Jibril.” Jawabnya. “Engkau bersama siapa?” Tanya penjaga pintu langit. “Muhammad.” Jawab Jibril. Penunggu pintu langit bertanya, “Adakah dia diutus (untuk dinaikkan ke langit bagi tujuan menghadap Rabb-nya)?”. “Ya.” Jawab Jibril. Setelah pintu langit dibuka, aku bertemu Nabi Musa ‘alaihis Salam. Setelah menyambut kedatanganku, beliau pun mendoakan kebaikan untukku.

ثُمَّ عُرِجَ بِنَا إِلَى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ، فَاسْتَفْتَحَ جِبْرِيلُ، فَقِيلَ: مَنْ هَذَا؟ قَالَ: جِبْرِيلُ، قِيلَ: وَمَنْ مَعَكَ؟ قَالَ: مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قِيلَ: وَقَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ؟ قَالَ: قَدْ بُعِثَ إِلَيْهِ، فَفُتِحَ لَنَا فَإِذَا أَنَا بِإِبْرَاهِيمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْنِدًا ظَهْرَهُ إِلَى الْبَيْتِ الْمَعْمُورِ، وَإِذَا هُوَ يَدْخُلُهُ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ لَا يَعُودُونَ إِلَيْهِ،

Kemudian kami diangkat lagi sehingga ke langit ketujuh. Manakala Jibril meminta dibukakan pintu langit, terdengar suara bertanya, “Engkau siapa?”. “Jibril”. Jawabnya. “Engkau bersama siapa?” Tanya penjaga pintu langit. “Muhammad.” Jawab Jibril. Penjaga pintu langit bertanya, “Adakah dia diutus untuk dinaikkan bagi tujuan berjumpa dengan Rabb-nya?” “Ya.” Jawab Jibril. Setelah pintu langit dibukakan, aku bertemu Nabi Ibrahim ‘alaihis Salam. Aku melihatnya sedang duduk bersandar ke Baitul Ma’mur. Tempat tersebut setiap harinya dimasuki oleh tujuh puluh ribu Malaikat (apabila mereka keluar darinya, maka) mereka tidak akan kembali lagi.

ثُمَّ ذَهَبَ بِي إِلَى السِّدْرَةِ الْمُنْتَهَى، وَإِذَا وَرَقُهَا كَآذَانِ الْفِيَلَةِ، وَإِذَا ثَمَرُهَا كَالْقِلَالِ “، قَالَ: ” فَلَمَّا غَشِيَهَا مِنْ أَمْرِ اللهِ مَا غَشِيَ تَغَيَّرَتْ، فَمَا أَحَدٌ مِنْ خَلْقِ اللهِ يَسْتَطِيعُ أَنْ يَنْعَتَهَا مِنْ حُسْنِهَا، فَأَوْحَى اللهُ إِلَيَّ مَا أَوْحَى، فَفَرَضَ عَلَيَّ خَمْسِينَ صَلَاةً فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ،

Kemudian aku dibawa ke Sidaratul Muntaha. Aku melihat daunnya seperti telinga gajah sebesar tempayan/guci besar. Lalu manakala ia diliputi oleh perintah allah (sebagaimana yang dikehendaki Allah) maka ia berubah. Maka tidak ada satu pun makhluk yang dapat melukiskan keindahannya.(Rasulullah meneruskan ceritanya): Lalu Allah mewahyukan kepadaku apa yang Dia kehendaki untuk diwahyukan, yaitu diwajibkan ke atasku dalam sehari semalam lima puluh kali sholat.

فَنَزَلْتُ إِلَى مُوسَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: مَا فَرَضَ رَبُّكَ عَلَى أُمَّتِكَ؟ قُلْتُ: خَمْسِينَ صَلَاةً، قَالَ: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ، فَإِنَّ أُمَّتَكَ لَا يُطِيقُونَ ذَلِكَ، فَإِنِّي قَدْ بَلَوْتُ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَخَبَرْتُهُمْ “، قَالَ: ” فَرَجَعْتُ إِلَى رَبِّي، فَقُلْتُ: يَا رَبِّ، خَفِّفْ عَلَى أُمَّتِي، فَحَطَّ عَنِّي خَمْسًا، 

Aku pun turun membawa kewajiban itu. Ketika aku bertemu kembali dengan Nabi Musa ‘alaihis Salam, beliau berkata, “Apa yang diwajibkan oleh Rabb-mu terhadap umatmu?” “Lima puluh kali solat pada setiap hari.” Jawabku. Musa berkata, “Kembalilah kepada Rabb-mu dan mohonlah keringanan kepada-Nya untuk umatmu, kerana mereka tidak akan mampu melaksanakannya. Aku telah mencuba dan menguji Bani Israil.” Maka aku pun kembali menghadap Rabb-ku dan berkata, “Wahai Rabb-ku, ringankanlah bagi umatku.” Atas permohonan tersebut, maka Allah menguranginya lima kali solat.


فَرَجَعْتُ إِلَى مُوسَى، فَقُلْتُ: حَطَّ عَنِّي خَمْسًا، قَالَ: إِنَّ أُمَّتَكَ لَا يُطِيقُونَ ذَلِكَ، فَارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ “، قَالَ: ” فَلَمْ أَزَلْ أَرْجِعُ بَيْنَ رَبِّي تَبَارَكَ وَتَعَالَى، وَبَيْنَ مُوسَى عَلَيْهِ السَّلَامُ 

Setelah itu, aku turun, sehingga bertemu kembali dengan Nabi Musa ‘alaihis Salam, beliau berkata, “Apa yang telah engkau lakukan?” Aku menjawab, “Lima kali solat telah digugurkan (dikurangkan) dariku.” “Sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup, kembalilah kepada Rabb-mu dan mohonlah kepada-Nya keringanan lagi untuk umat-mu”, (pesan Nabi Musa ‘alaihis Salam). (Rasulullah menyatakan): Maka sentiasa aku berulang-alik antara Rabb-ku dengan Nabi Musa ‘alaihis Salam. Setiap kali aku kembali kepada-Nya, maka Allah meringankan untukku lima kali solat.


حَتَّى قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، إِنَّهُنَّ خَمْسُ صَلَوَاتٍ كُلَّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ، لِكُلِّ صَلَاةٍ عَشْرٌ، فَذَلِكَ خَمْسُونَ صَلَاةً، وَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةً، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ لَهُ عَشْرًا، وَمَنْ هَمَّ بِسَيِّئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا لَمْ تُكْتَبْ شَيْئًا، فَإِنْ عَمِلَهَا كُتِبَتْ سَيِّئَةً وَاحِدَةً “، 

Akhirnya Allah berfirman, “Wahai Muhammad, hanya lima kali solat sehari semalam, setiap kali sholat Aku lipat gandakan pahalanya menjadi sepuluh. Maka perkara itu (menjadi setara dengan) lima puluh kali solat. Sesiapa yang berkeinginan (kuat) untuk melakukan kebaikan, lalu dia tidak melakukannya, maka ditulislah satu pahala untuknya. Namun, jika dia melakukannya, maka ditulislah untuknya sepuluh pahala. Dan sesiap yang berkeinginan melakukan perbuatan jahat, lalu dia tidak melakukannya, maka tidak ditulis ke atasnya apa-apa. Namun, jika dia melakukannya, maka ditulislah ke atasnya dosa.”


قَالَ: ” فَنَزَلْتُ حَتَّى انْتَهَيْتُ إِلَى مُوسَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَخْبَرْتُهُ، فَقَالَ: ارْجِعْ إِلَى رَبِّكَ فَاسْأَلْهُ التَّخْفِيفَ “، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” فَقُلْتُ: قَدْ رَجَعْتُ إِلَى رَبِّي حَتَّى اسْتَحْيَيْتُ مِنْهُ’ 

Lalu aku turun hingga bertemu kembali dengan Nabi Musa ‘alaihis Salam, aku pun memberitahu bahawa telah tinggal lima kali solat sehari semalam. “Kembalilah kepada Rabb-mu, mohonlah kembali keringanan untuk umatmu. Kerana sesungguhnya umatmu tidak akan mampu melaksanakannya.” Pesan Nabi Musa ‘alaihis Salam.

Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam bersabda, “Aku menjawab, “Sungguh aku telah berulang kali menghadap dan memohon keringanan kepada Rabb-ku, sehingga aku telah merasa malu”. (HR. Imam Muslim)

Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak meriwayatkan sebuah hadits melalui Ibnu Abbas  yang menceritakan, bahwa Rasûlullâh saw telah bersabda, “Aku melihat Rabbku Azza Wajalla.”

 

Errorrrr

Posted March 14, 2017 by Accang
Categories: General

Dunia Maya

Posted July 2, 2009 by Accang
Categories: General

Mohon Maaf……. semua tulisan dalam blog ini kami pindahkan ke inti-com.com

ASR Search Engine